• Minggu, 15 Januari 2017

    THE BODY IN THE ARTS AND CONTEMPORARY CULTURE


     Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran pada hari SABTU tanggal 28 JANUARI 2017 akan mengundang:

    AFRIZAL MALNA--penyair dan tokoh teater dan performance art yang kini sedang menjadi Ketua Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta--untuk berbicara tentang pergeseran pandangan tentang tubuh dalam kebudayaan kontemporer dari yang fisikal ke yang digital serta dampaknya terhadap cara tubuh berperan dalam kesenian khususnya kesusastraan dan teater;

    DR. FERIYAL ASLAM--seorang pakar independen sekaligus penari klasik Pakistan--untuk berbicara tentang signifikansi tubuh dalam seni tari, khususnya tari klasik Pakistan/India; dan

    DR. ANTON KURMELEV--visiting professor dari State Linguistic University, Nizhny Novgorod, Rusia--yang akan berbicara tentang tubuh dalam teater absurd Amerika.

    Dengan dimoderasi dan diarahkan oleh AQUARINI PRIYATNA forum ini diharapkan akan muncul perbincangan dan pertukaran pandangan dan pengalaman tentang perkembangan yang sedang terjadi dan yang dapat dikerjakan bersama untuk ke depan.

    Dirangkai dalam acara ini juga pertunjuan teater "ANTIGONE" karya Sofokles yang dipersembahkan kolaborasi antara DARAHROUGE dan ETA: Inquiries in Theater and Performance.

    Mengingat ketiga pembicara merupakan pemikir sekaligus performer, forum ini juga diharapkan menghilangkan pemisahan antara teori dan praktik, akademisi dan seniman.

    Kajian dan praktik dewasa ini di bidang kesusastraan khususnya dan seni-budaya secara umum telah mengarahkan perhatiannya ke tubuh tempat gender, seksualitas, ras, dan kelas menemukan pemarkahnya untuk identitas dan juga sebagai situs bagi elaborasi dan problematisasi akademik dan estetik. Baik kerja akademik maupun kegiatan artistik telah meningkatkan intesitas eksplorasinya atas tubuh baik sebagai konsep maupun sebagai tubuh nyata yang bergerak, bermanuver, dan berinteraksi dalam kehidupan pribadi, dalam ruang publik, dan dalam lingkungan alami. Tren ini mau tidak mau melangkah ke arah penyoalan pandangan dualistik yang memisahkan benak dari tubuh, yang pada waktu yang sama melekatkan prestise dan nilai yang lebih tinggi kepada kegiatan intelektual daripada ke kegiatan fisik, yang telah menjadi norma yang berterima secara dominan, setidaknya sejak Plato.

    Karena pendirian semacam itu menempatkan Logos dan yang rasional di atas yang duniawi dan somatik, ia juga telah dipandang secara kritis sebagai justifikasi instrumental dalam penguasaan atas kelompok-kelompok yang termarginalisasi, yang lazim dilekatkan atribut corporeal, sehingga membuat tubuh-tubuh termarginalisasi ini sebagai subjek definisi, objek pengetahuan normatif, dan korban diskriminasi dan kriminalisasi. Perkembangan ini mengharuskan perbincangan dewasa ini dalam kesusastraan, kesenian, dan kebudayaan tidak lagi mengabaikan tubuh sebagai isu penting dan melampaui batas-batas konvensional kajian sastra ke wilayah-wilayah seperti tari, teater, dan seni rupa tempat fisikalitas dan korporealitas menempati bidang yang menjadi pusat perhatian. Ketika tubuh semakin mendapat tempat signifikan dalam wacana akademik, pembedaan antara teori dan praktik, yang akademik dan yang artistik, cendikiawan dan seniman, kesenian dan kehidupan sehari-hari, harus semaakin dikaburkan pula sehingga terbuka lahan baru untuk kolaborasi dan ekplorasi yang produktif.

    Seminar ini gratis dan terbuka untuk umum.

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    INDONESIA

    CULTURAL

    PERFORMANCE