• Minggu, 19 Februari 2017

    IHWAL PERLINTASAN SENI ASIA, MULTIKULTURAL YUMCHAT FORUM

    Salah satu diskusi YumChat Industry Forum di Metro Arts dalam BrisAsia Festival 2017.
    "YUMCHAT INDUSTRY FORUM" merupakan sebuah ruang bertemu dan berbagi segala hal tentang seni yang berkembang di Brisbane khususnya berkaitan dengan situasi yang berlangsung dalam dunia global. Berbicara mengeni Australia tentunya tidak hanya bicara mengenai Aborigin semata tapi juga berkaitan dengan semua orang yang hadir dan tinggal di Australia, akan tetapi ketika berbicara mengenai Aborigin maka tentunya akan bebicara pula mengenai Australia.

    Brisbane, merupakan kota dengan jumlah penduduk sebanyak tiga juta jiwa. dimana orang-orang datang dari berbagai negara dengan kebiasaannya masing-masing dan lantas menetap, ada begitu banyak yang tumbuh sangat komplek. Percakapan bermula dari pengakuan Jamie Marie Lewis, ihwal keberadaan dirinya di Australia. Ia lahir dan besar di Singapur sebagai peranakan tionghoa namun bahasa inggris merupakan bahasa ibunya, bukan mandarin. Bukankah ini sesutau yang pelik jika orang tionghoa tidak mengakui bahasa mandarin sebagai bahasanya? Bagi Jamie tinggal di sini serasa menemukan kembali bahasanya, sebab leluhurnya berasal dari Inggris yang menikah degan orang tioghoa. Begitu juga Jamie kini menikah dengan orang Australia dan bekerja sebagai visual artis yang banyak mengolah makanan sebagi karya seni. Tentunya ada banyak Jamie lainnya yang tinggal dan menetap di Australia dengan latar belakang, kebiasaan, bahasa dan lain sebagainya yang komplek berkaitan dengan kehadirannya di negri kanguru.

    Pertemuan "YUMCHAT INDUSTRY FORUM" ini digagas oleh YumLab dan Metro Art sebagai lagkah awal dalam memetakan kembali seni kontemporer yang ada dan berkembang di Australia, memiliki keterkaitan denganAsia.  Peretemuan ini dipandu oleh Jamie Marie Lewis. Adapun mereka yang berbagi kisah dalam  praktek seni kontemporer berkaitan dengan kerja kolaborasi dan multikultural hadir perwakilan dari pertunjukan "Cargo Club" yaitu Caterina Hassal (Centre for Australasian Theatre ) dan Sugiyanti Ariyani (Darah Rouge), Besty Lan (Departemen of Performing Arts Shu-Te University) dan Jeremy Naindeck (Produser). Selain itu ada persentasi dari kerja eksperimentasi dan pertukaran gagasan melaui kerja kolektiv seniman dalam Yum Lab, selama beberapa minggu. Adapun para seniman yang terlibat diantaranya: Brian Lucas, Scott Sneddon, Chai Vivan, Ana Wojak, 

    Dalam Pertemuan "YUMCHAT  INDUSTRY FORUM" ada  dua hal yang menjadi titik pembicaraan:
    1. Memposisikan Kesenian Asia dalam ranah global
    2. Kerja Seni Multikultural




    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    INDONESIA

    CULTURAL

    PERFORMANCE